Perumpamaan Hidup

Perumpamaan Hidup
hidup bagaikan air terjun yang terus mengalir

Jumat, 27 Januari 2012

Badai Matahari Terbesar Akan Hantam Bumi
Headline

Teknologi - Rabu, 25 Januari 2012 | 17:26 WIB

INILAH.COM, Washington - Badai matahari terbesar akan menghantam Bumi. Wah, seperti apa?
Seperti dikutip dari ST, jilatan api matahari telah mengeluarkan badai radiasi terbesar semenjak yang terakhir pada 2005, dan diduga dapat merusak satelit komunikasi di wilayah Kutub, ungkap badan pengawas cuaca angkasa Amerika Serikat (AS).
"Kejadian tersebut dimulai pada hari Minggu malam, dengan jilatan api terlihat bererupsi di bagian tengah Matahari," ujar Dr. Doug Biesecer, seorang ahli fisika dari Space Weather Prediction, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
"Jilatan api itu tidaklah terlalu istimewa, namun jaraknya tempuhnya mencapai hingga 6,4 juta kilometer per jam," jelas Biesecer.
Gelombang radiasi dalam bentuk proton cahaya sudah menghantam Bumi sejak hari Minggu dan terus sampai hari ini. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung

Selasa, 24 Januari 2012

{PUISI} Letihmu tak terbayar

                                                                  BY : MILA IRVIANA DEWI
pelan, pelan, dan pelan
tapi pasti,
ayunan sebatang putih tergores dengan khas citcitannya
Sejenak pertama tampak hening
tapi, mingkn sejenak kedua tampak terdengar sejuta suara
berdendang layaknya benang tak terurus

Bingung, marah,
tapi mereka bagian hidupnya
kadang tak kuasa air soca ini tumbang begitu deras
Tapi, ini cuma UMPAMA
Bangkit kembali itu missinya,
mendendangkan sepatah kata bermakna
"molekul adalah,..."terucap dari sudut bibirnya
Tak disangka, tak seorangpun kunjung mendongah sdikit padanya
TERPAKSA!,
Lenkingan terucap tak terarah sejadinya, menghentikan detik itu
atmosfir kembali hening

Melangkah pagi, kembalipun sore
secuilpun tak dirasa demi sebagian hidupnya itu
Dengan upah bak Buruh pabrik,
letihmu ternyata tak terbayar, tak ternilai olehmu
GURU, ini sangat mulia
tetaplah semua ini, dan bawalah terus pelitamu yang terang