BY : MILA IRVIANA DEWI
pelan, pelan, dan pelan
tapi pasti,
ayunan sebatang putih tergores dengan khas citcitannya
Sejenak pertama tampak hening
tapi, mingkn sejenak kedua tampak terdengar sejuta suara
berdendang layaknya benang tak terurus
Bingung, marah,
tapi mereka bagian hidupnya
kadang tak kuasa air soca ini tumbang begitu deras
Tapi, ini cuma UMPAMA
Bangkit kembali itu missinya,
mendendangkan sepatah kata bermakna
"molekul adalah,..."terucap dari sudut bibirnya
Tak disangka, tak seorangpun kunjung mendongah sdikit padanya
TERPAKSA!,
Lenkingan terucap tak terarah sejadinya, menghentikan detik itu
atmosfir kembali hening
Melangkah pagi, kembalipun sore
secuilpun tak dirasa demi sebagian hidupnya itu
Dengan upah bak Buruh pabrik,
letihmu ternyata tak terbayar, tak ternilai olehmu
GURU, ini sangat mulia
tetaplah semua ini, dan bawalah terus pelitamu yang terang